Tahukah anda perbedaan Pendidikan Formal, Informal dan Nonformal?

Seringkali kami mendengar lebih dari satu sekolah, instansi kursus lazim ataupun privat mencantumkan kosakata dari judul di atas; pendidikan formal, informal dan nonformal.

Apakah anda telah memahami status dan latar belakang pendidikanmu pas ini?, atau jangan-jangan anda lebih memprioritaskan jalur pendidikan shevaestate yang tidak sesuai dengan  passion  dan bakatmu?. Belum terlambat untuk membuat perubahan apa yang telah membuatmu barangkali keliru menentukan didalam hidupmu, sebaliknya, anda yang telah menjalani sesuai tekad di awal jangan putus di tengah jalan, dikarenakan setiap anak muda membawa obyek masing-masing.

Banyak yang keliru mempersepsikan di antara ketiga model pendidikan tersebut, khususnya definisi non-formal dan informal. Nah, didalam edisi kali ini kami menceritakan sedikit perbedaan pendidikan formal, informal dan nonformal.

#1. Pendidikan formal

Yaitu jalur pendidikan yang terstruktur sesuai bersama kurikulum dan berjenjang terdiri atas pendidikan anak umur dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Misalnya, PAUD, SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Pendidikan formal punyai kurikulum pengajaran yang telah ditetapkan, maka obyek pendidikan lebih terarah.

Kelebihan jalur ini yaitu;

  • Melatih kemampuan akademis
  • Jenjang pendidikan dianggap oleh negara bersama standar nasional umum
  • Sarana pengembangan diri dan kreativitas
  • Membangun jaringan sosial dan persahabatan

dan lebih dari satu kekurangannya yaitu;

  • Bersifat kaku dan tidak fleksibel terhadap pembawaan pembelajar
  • Formalitas, kesimpulan lazim ini untuk melukiskan pandangan masyarakat lazim bahwa pendidikan formal tetap hanyalah formalitas dan tidak berfokus kepada segi kualitas pembelajar

#2. Pendidikan informal

Pendidikan informal pada lain layaknya agama, budi pekerti, etika, sopan santun, ethical dan sosial. Pendidikan layaknya ini telah di awali sewaktu anak lahir. Misalnya bersama mengenalkan langkah bersopan-santun. Contoh, mengucapkan menerima kasih jika diberi sesuatu. Atau mengucapkan salam saat masuk rumah.

Kelebihan pendidikan informal seperti;

  • Bisa diberikan sejak kami lahir sampai dewasa
  • Cara penyampaian yang fleksibel dan disesuaikan
  • Dipelajari dan diaplikasikan sesuai bersama hasrat dari didalam diri kita

Kekurangannya yaitu;

  • Tidak ada rujukan atau standar tertentu
  • Fungsi sosial dan latar belakang lingkungan yang variatif dan bisa berefek positif ataupun negatif

Diharapkan tentu anak anak jadi privat yang baik walau lingkunganya tidak mendukung untuk memperoleh pendidikan informal yang baik.

#3. Pendidikan nonformal

Pendidikan non formal adalah jalur di luar pendidikan formal yang bisa dikerjakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan non formal umumnya diselenggarakan di luar sekolah terkait bersama bakat dan hobi.

Kelebihan jalur non-formal;

  • Semua aktivitas aktivitas yang dijadwalkan disesuaikan bersama kemampuan ekonomi masyarakat
  • Jadwal yang mengikuti mayoritas umumnya peserta
  • Menambah kawan dan relasi di masa depan

Kekurangan jalur ini yaitu;

  • Kurangnya sinkronisasi/penyesuaian materi dikarenakan setiap instansi non-formal membawa metode dan langkah yang tidak sama tetapi serupa
  • Tidak meratanya tenaga pengajar/pendidik
  • Kurang maksimalnya aplikasi di lapangan
  • Status lulusan non-formal dianggap lebih rendah dari lulusan formal